17 agustus

Serba Serbi Unik Meramaikan 17 Agustus

COTTONHEAVEN-Tanggal 17 Agustus adalah tanggal bersejarah bagi indonesia, dimana pada tanggal inilah Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Tanggal inilah Indonesia resmi berdiri dan bebas dari penjajahan. Tanggal 17 Agustus adalah tanggal dimana rakyat Indonesia bangkit melawan penjajah dan penanda awal terjadinya revolusi.

Tanggal 17 Agustus inilah yang kemudian menjadi perayaan bagi masyarakan Indonesia. Saat tanggal 17 Agustus tiba, biasanya sekolah akan mengadakan acara 17 an yang berisi lomba-lomba. Lomba ini selain memeriahkan acara 17 an juga merupakan acara dimana kita hendaknya mengenang jasa pahlawan. Banyak sekali serba serbi unik meramaikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI. Dibalik 17 Agustus, ternyata ada fakta unik dibalik hari kemerdekaan ini. Apa saja?

Pembacaan teks proklamasi dilakukan pukul 08.00 tepat tanggal 17 Agustus 1945. Pembacaan proklamasi dilakukan di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Cikini. Siapa sangka ternyata sebelum membacakan teks proklamasi, Bung Karno sedang sakit. Suhu badannya tinggi dan tubuhnya terasa lemas. Diagnosa saat itu dokter mengatakan bahwa Bung Karno menderita malaria tertiana. Setelah diberi beberapa suntikan dan obat telan, Bung Karno diminta beristirahat sejenak hingga obatnya bereaksi dan pukul 09.00 beliau sudah siap dengan pakaian putih untuk menemui sahabatnya Bung Hatta . Tepat pukul 10.00 keduanya mengumandangkan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. Walaupun selesai proklamir Bung Karno kembali ke kamar untuk beristirahat karena masih terasa meriang.

Jika bendera merah menjadi salah satu serba serbi unik meramaikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI, maka dahulu untuk membuat bendera merah putih sangatlah berbeda. Bendera merah putih yang dipajang saat proklamasi 17 Agustus 1945 terbuat dari seprai tidur Bung Karno dan tukang soto. Seprai Bung Karno lah yang menjadi warna putihnya, dan warna merahnya didapat dari kain tukang penjual soto.

Kita sangat beruntung karena dapat menyaksikan dokumentasi proklamasi Indonesia. Hal ini berkat kebohongan fotografer yang mendokumentasikan detik-detik menjelasng kemerdekaan Frans Mendoer kepada tetntara Jepang. Ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki foto negatifnya dan telah menyerahkannya pada sebuah gerakan pelopor. Padahal, sang fotografer itu menyembunyikan negatif otonya dibawah pohon dekat halaman Kantor Harian Asia Raja, sehingga dokumentasi tersebut masih bisa kita saksikan.

Itulah beberapa hal yang terjadi selama proklamasi. Mungkin kita hanya bisa mengikuti perlombaan dengan serba serbi unik meramaikan 17 Agustus Hari Kemerdekaan RI. Selain ikut memeriahkan, kita juga harus mendoakan arwah para pahlawan yang telah berjasa dan jangan lupa untuk meneruskan perjuangan mereka dengan menjadi anak bangsa yang mampu berkontribusi bagi negara. Apa yang sudah kita berikan untuk negara kita?

 

Kunjugi juga:

Fungsi Sayur di dalam Tubuh

Jilbab Inner untuk para Hijabers

Jenis-Jenis Manset yang Harus dimiliki Hijabers 

Fashion Muslim Menjadi Trend Sekarang 

SMS / WA  ke 0812 1741 1741 / 08 111 74 33 74