Hiba syar'i

Memilih Hijab Agar Tetap Syar’i

Saat ini banyak sekali wanita yang memutuskan untuk mengenakan hijab. Dalam agama Islam pun seorang wanita diwajibkan untuk menutup seluruh auratnya, sehingga bisa dibilang hijab adalah kebutuhan pokok bagi kaum muslim untuk mengikuti perintah agama.

Walaupun belum mengenakan hijab syar’i, tetapi wanita tersebut telah berusaha untuk menutup auratnya, lambat laun mereka akan menutup auratnya dnegan lebih baik lagi. Bagi anda yang sedang berusaha untuk lebih syar’i berikut ini tips untuk memilih hijab agar tetap syar’i.

  1. Pilih hijab yang terbuat dari bahan tebal dan tidak tipis, sehingga bagian tubuh anda tidak akan terlihat, terutama bagian kepala dan leher. Kemudian agar tetap syar’i dan tidak bertentangan dengan agama, pilih baju berwarna sederhana seperti biru, hitam, maupun kebau-abuan atau warna lainnya yang tidak mencolok. Jika menggunakan warna yang mencolok, dikhawatirkan dapat mengundang mata yang bukan muhrim untuk melihat.
  2. Pilih hijab yang panjangnya hingga menutup bagian dada. Selain itu, pilih baju yang tidak menonjolkan lekukan tubuh karena sangatlah tidak dianjurkan.
  3. Pastikan anda membeli di toko terpecaya dan berkualitas seperti cottonheavenshop.com yang menyediakan hijab syar’i untuk para wanita. Banyak sekali pilihan model yang dapat anda pilih. Silahkan kunjungi websitenya.
  4. Belilah hijab di toko yang penjualnya muslim. Biasanya akan lebih mudah karena penjual akan memahami apa yang kita butuhkan dan mereka akan lebih paham cara menutup aurat yang benar dan syar’i.

Itulah tips untuk anda yang ingin berhijab, namun tetap syar’i. Hijab syar’i memang tak mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan kemantapan hati untuk benar-benar berhijab secara syar’i. Mari menjadi insan yang lebih baik dengan menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Berusahalah untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Terbarkanlah kebaikan dimanapun anda berada. Buatlah list kebaikan apa saja yang telah anda lakukan hari ini. Apakah kebaikan itu dilakukan karena pamer atau alasan lain? Sudah ikhlaskah kita melakukan kebaikan?